Hari ini gw autis banget, pergi berjam-jam sendirian. Setelah berada dalam status JOJOBA, gw pun harus menyesuaikan aktivitas gw dengan status tersebut. Perlu diketahui, jojoba adalah singkatan dari jomblo-jomblo bahagia. Yap, gw bahagia, atau mungkin terpaksa mengaku bahagia.
Gw ada kuliah pagi jam 08.00 sampai 09.00. Selanjutnya, kuliah pun dilanjutkan mulai pukul 14.00 sampai 17.00. Ketika kuliah pagi pun selesai, mulailah aktifitas gw yang paling penting, yaitu geje (baca: gj (baca: ga jelas)). Tiba-tiba saja gw melihat rumput yang bergoyang di depan gw:
Gw: Wahai rumput, apa yang harus gw lakukan sampai jam dua siang nanti?
Rumput: (sambil bergoyang ke kanan) Oh, gampang sekali. Kau tinggal menuju ke gunung tangkuban perahu bersama teman-temanmu dan mulailah mencari kitab suci.
Gw: Baik, paduka rumput.. Tapi saya harus menuggu Sun Go Kong datang, barulah saya bisa memulai perjalanan mencari kitab suci.
Rumput: (sambil bergoyang ke kiri) Kau bodoh, apa kau tidak sadar bahwa kau adalah Sun Go Kong?
Gw: Dasar rumput tak punya otak!!! (akhirnya gw injak rumput tersebut dan pergi)
Gw akhirnya memutuskan untuk pergi ke comic corner bersama sepatu gw yang udah mangap-mangap sol-nya, minta di lem pake aibon. Kata orang sih, mendingan lem biru aja… Tapi apa boleh dikata, duit gw tak cukup untuk lem biru, jadi gw menunggu lem aibon aja. (lem biru = lempar beli baru).
Sesampainya di comic corner, proses pemilihan komik yang akan dibaca tidaklah mudah, mengingat, menimbang, dan melihat terdapat ribuan komik yang mengantri untuk dibaca oleh gw. Tetapi setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang dan melewati beberapa audisi, akhirnya terdapat satu judul komik yang berhasil terpilih: Whistle, dan gw mulai baca dari nomer 18.
Kali ini tempatnya pun harus PW (posisi wuenak). Celingak-celinguk, garuk-garuk, mondar-mandir, cuit-cuit, guk-guk, dan pada akhirnya dengan mata elang yang gw punya, setajam mata yang dipunyai Nicolas Saputra, gw mendapatkan tempat yang cukup nyaman di depan tivi dan sambil nyender di pilar, untuk mengatasi punggung gw yang tak punya tulang. (menurut dokter ahli yang merupakan tulang punggung bagi keluarganya: orang yang tak punya tulang punggung harus selalu senderan bila duduk).
OrangKeren gw = new OrangKeren("Ibun");
Komik whistle;
int edisiWhistle = 18;
boolean bosen = false;
boolean jomblo = true;
while (!bosen && jomblo){
whistle = new Komik("Whistle", edisiWhistle);
ambilWhistleDariRak(gw, whistle);
dudukDiTempatPW(gw);
bacaKomikSambilNyender(gw, whistle);
celingakCelingukTakutTempatDiambilOrang(gw);
taruhWhistleKeRak(gw, whistle);
edisiWhistle ++;
}
Karena gw masih berstatus jomblo, maka gw pun mengakhiri baca komik tersebut sampai bosen dan edisi Whistle pun berhenti pada nomer 22, haha. Dengan terpaksa, mengingat, menimbang, dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 13.30 dan gw udah hampir muntah baca tuh komik, akhirnya kegiatan autis gw di comic corner harus disudahi.
Sambil menuju kampus, gw pijit-pijit hape gw, dan gw menelpon adik Kau-Tahu-Siapa supaya perjalanan dari comic corner ke kampus ga kerasa dan cukup menghibur diri gw yang jomblo ini. Thanks to you…
26 Agustus 2008 at 5:06 pm
Yakin masih jomblo nih, BuN,.
(Masih atau Sedang),.
28 Agustus 2008 at 12:43 am
sedang deh, sedang.. hiks2…
11 November 2008 at 9:25 pm
pls deh, cepeten dong bun ngerjain TAnya kalo mau kaya sayah. hahahahah kidding you! semangat buuun, pacaran aja skrg ama laptop gimanaah? heheheh
-shashy
11 November 2008 at 9:26 pm
bun gua salah komen, harusnya di artikel yang paling atas, huhuhuh maafkaaan. jadi komennya g nyambungg sial, heheh
20 November 2008 at 2:28 pm
ahahaha.. kamu suka ngobrol ma rumput,,
saya suka ngobrol ma tembok..
saya rasa planet tempat kita berasal itu tetanggaan.
21 November 2008 at 7:30 am
hahaha..
hidupnya asik aja tuh
coba cari jodoh aja di CC,
gyahaha
11 Januari 2009 at 6:36 pm
kasian ibuuun….
23 Juni 2009 at 4:36 pm
He..he..dapet kosa kata baru…”jojoba” Thanks sudah berkenan ninggalin komen